TURATS.NET- Opini yang menjelek-jelekan Hamas dalam konflik terkini antara Palestina dengan Israel mendapat respon dari Zuhairi Misrawi, pengamat Timur Tengah yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir. Redaksi Turats.net  (18/05/2021) mendapat izin dari Zuhairi Misrawi untuk menayangkan pendapatnya.

Menurut Zuhairi Misrawi, opini miring yang menjelek-jelekan Hamas yang berkembang di banyak media, terutama media sosial, adalah semata-mata untuk kepentingan Israel. Walau dalam catatan sejarah Hamas merupakan Ikhwanul Muslimin (IM) cabang Palestina ,sama seperti An-Nahdlah di Tunisia dan AKP Erdogan di Turki, namun belakangan Hamas telah menjadi komunitas perlawanan (al-muqawamah) yang diopeni oleh Iran, Suriah, dan Qatar. Karenanya, menganalisis Hamas, menganalisis Timur Tengah itu tidak bisa hitam putih, harus paham sejarah dan peta geopolitik yang terus berubah dengan cepat.

“Warga Palestina itu menderita, tidak punya negara, begitu pula dengan aktivis Hamas. Saya jumpa aktivis Hamas di Mesir, Libanon, Iran, dan Malaysia. Hidupnya menderita. Tapi memang ada warga Palestina, Hamas, yang tinggal di Mesir, Libanon, Yordania, dan lan-lain yang kaya karena jadi pengusaha. Nah, mereka ini yang danai Hamas, juga di samping bantuan dari Qatar, Turki dan Iran.  Namun Hamas juga perlu dikritisi agar rekonsiliasi dengan Fatah untuk kepentingan Palestina, Membangun negara itu harus meniru Indonesia,” ujar Zuhairi Misrawi.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here